Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPRD Sumatera Selatan (Sumsel), Ayu Nur Suri, menyoroti kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Sumsel yang dinilai masih minim kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, diperlukan reformasi menyeluruh terhadap BUMD sebagai kunci untuk mendorong kemandirian fiskal daerah.
Menurut Ayu, persoalan yang terjadi bukan sekadar evaluasi administratif, melainkan masalah mendasar yang selama ini dihadapi banyak daerah di Indonesia, yakni belum optimalnya peran BUMD sebagai penggerak ekonomi dan sumber PAD.
Baca:GanjarPranowo Pimpin Demo Hari Antikorupsi
Dari 11 BUMD milik Pemerintah Provinsi Sumsel, masih terdapat sejumlah perusahaan yang tergolong tidak sehat. Hanya beberapa yang dinilai cukup baik, seperti Bank Sumsel Babel, PT Jamkrida, dan Tirta Sriwijaya Maju (TSM).