Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VII DPR RI Banyu Biru Djarot, menegaskan pentingnya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, termasuk penanganan sampah pariwisata, sebagai bagian utama dalam kebijakan pembangunan pariwisata nasional.
Menurut Banyu Biru, kebijakan pembangunan pariwisata tidak boleh mengabaikan risiko kebencanaan. Ia mendorong agar mitigasi dan adaptasi perubahan iklim tidak hanya menjadi program pendukung, melainkan terintegrasi dalam perencanaan dan pengelolaan pariwisata.
Baca:Inilah Profil dan BiodataGanjarPranowo
Ia juga mengusulkan agar mulai 2026, setiap pengembangan destinasi wisata wajib dilengkapi dengan perencanaan mitigasi bencana. Hal tersebut mencakup penyediaan sistem peringatan dini, jalur evakuasi yang jelas, serta pelatihan kebencanaan bagi pelaku dan pekerja pariwisata.
Ia menilai, Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kekayaan alam dan destinasi wisata yang besar, namun juga menghadapi kerentanan tinggi terhadap dampak perubahan iklim. Banjir, abrasi pantai, kenaikan muka air laut, hingga bencana geologis menjadi ancaman nyata bagi keberlanjutan destinasi wisata dan keselamatan wisatawan, ujarnya, dalam keterangan tertulisnya.