Ikuti Kami

Vita Ervina Dorong Perluasan SPPG Difokuskan m Wilayah 3T

Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

Vita Ervina Dorong Perluasan SPPG Difokuskan m Wilayah 3T
Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI, Vita Ervina, mendorong perluasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar lebih difokuskan ke wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut disampaikan Vita Ervina saat ditemui di sela kegiatan sosialisasi program MBG bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI, yang digelar di Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jumat (13/3).

Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Magelang.

Baca: Ganjar Tekankan Kepemimpinan Strategis yang Berani 

Vita menjelaskan, program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya anak-anak.

Disebutkan, tujuan MBG adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya anak-anak. Hal itu dalam mempersiapkan generasi emas 2045. “Tentu salah satunya agar memastikan anak-anak dapat asupan gizi yang tepat,” katanya.

Selain meningkatkan kualitas gizi anak, program tersebut juga diharapkan mampu menekan angka stunting di berbagai daerah.

Namun, setelah melihat persebaran SPPG yang ada di Indonesia, menurut Vita, saat ini masih banyak yang terfokus di wilayah perkotaan.

Kecuali itu guna pengentasan stunting. Tetapi, setelah melihat sebaran SPPG yang ada di Indonesia, menurut dia, masih terfokus di dalam kota. “Sebagai wakil rakyat, saya mendorong perluasannya fokus ke 3T,” harapnya.

Ia menilai wilayah 3T masih membutuhkan perhatian lebih karena banyak anak yang belum mendapatkan layanan pemenuhan gizi secara optimal.

Alasan dia, di wilayah 3T, masih banyak anak-anak belum mendapat layanan dan asupan gizi yang cukup. “Saya berharap keadilan sosial bagi seluruh anak Indonesia terpenuhi,” tegasnya.

Dengan demikian, tujuan awal adanya program MBG diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Kendala Distribusi di Daerah
Dalam pelaksanaannya di lapangan, Vita mengungkapkan masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi, salah satunya terkait distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Dikemukakan, hasil pengamatan dia di lapangan, kendala yang ditemui adalah soal distribusi. Selama ini pelaksanaan MBG bekerja sama dengan mitra. Kendalanya, salah satunya terpengaruh faktor geografis. Misalnya susah dijangkau.

Baca:

Padahal, satu SPPG idealnya mampu melayani sekitar 2.000 hingga 3.000 penerima manfaat. Namun dalam praktiknya, jumlah porsi yang tersedia kadang belum mencukupi.

Padahal, sebuah SPPG harus melayani 2.000 sampai 3.000. Maka, untuk mencapai porsi sekian itu, jumlah porsinya kadang kurang. “Akibatnya minat para mitra agak kurang,” katanya.

Karena itu, Vita berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pelaksanaan program MBG, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.

Terkait hal itu dia mengharap Pemerintah bisa lebih perhatian, khususnya terfokus pada anak di 3T, agar bisa mendapatkan layanan MBG.

Quote