Ikuti Kami

PDI Perjuangan Desak Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

Ronny Talapessy, menyampaikan empati kepada korban sekaligus mengutuk tindakan penyiraman air keras yang disebut sebagai aksi pengecut.

PDI Perjuangan Desak Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS
Ketua DPP Bidang Hukum dan Advokasi PDI Perjuangan, Ronny Talapessy.

Jakarta, Gesuri.id - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto serta aparat penegak hukum diminta mengambil langkah tegas menyusul kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, yang terjadi Kamis (12/3).

Ketua DPP Bidang Hukum dan Advokasi PDI Perjuangan, Ronny Talapessy, menyampaikan empati kepada korban sekaligus mengutuk tindakan penyiraman air keras yang disebut sebagai aksi pengecut oleh orang tidak dikenal.

Menurutnya, peristiwa itu menambah daftar panjang serangan dan teror terhadap pihak-pihak yang menyuarakan kritik di ruang publik.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

“PDI Perjuangan turut berempati kepada Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus sebagai korban tindakan pengecut penyiraman air keras yang dilakukan oleh orang tidak dikenal,” ujar Ronny dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Ronny menegaskan pemerintah dan aparat penegak hukum harus bertindak serius dan cepat dalam menangani kasus tersebut.

Ia meminta pelaku penyerangan segera ditangkap sekaligus mengusut kemungkinan adanya rangkaian teror yang belakangan dialami sejumlah warga negara yang menyampaikan pendapat secara kritis.

Menurutnya, tradisi berpikir kritis dan kebebasan menyampaikan pendapat merupakan bagian penting dari sejarah lahirnya Republik Indonesia.

Para pendiri bangsa, kata dia, membangun negara ini dari tradisi intelektual yang terbuka terhadap gagasan dan kritik.

“Tradisi berpikir kritis dan kebebasan menyatakan pendapat telah memperkaya gagasan kebangsaan dan memberi sumbangan besar terhadap cara kita membangun negeri sesuai cita-cita kemerdekaan,” katanya.

PDI Perjuangan juga menilai serangan terhadap suara-suara kritis bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga bentuk pengingkaran terhadap demokrasi dan konstitusi.

“Tindakan teror semacam itu, bertentangan dengan nilai-nilai dasar negara serta semangat kemerdekaan Indonesia,” lanjut Ronny.

Selain itu, ia menilai peristiwa tersebut juga berpotensi mencederai visi pemerintahan Presiden Prabowo, khususnya dalam agenda penguatan demokrasi dan hak asasi manusia.

Baca: Ganjar Pranowo Tekankan Pentingnya Kritik

Dalam dokumen visi pembangunan nasional, kata dia, penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan HAM menjadi prioritas utama.

Karena itu, PDI Perjuangan menegaskan seluruh aparat penegak hukum harus mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dan memastikan tidak ada lagi tindakan teror maupun kekerasan terhadap warga negara yang menyampaikan pendapat secara kritis.

“Demi terpenuhinya visi tersebut, aparat penegak hukum wajib menjamin tidak boleh terjadi lagi tindakan teror dan kekerasan terhadap warga negara,” tandasnya.

Quote