Biaya Listrik Tembus Ratusan Juta, DPRD Kabupaten Malang Minta Diskominfo Evaluasi 7 Videotron

Aset tersebut dinilai belum memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah, sementara biaya operasionalnya justru terus membebani APBD.
Jum'at, 14 Agustus 2026 09:39 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id - DPRD Kabupaten Malang meminta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengoptimalkan tujuh aset videotron yang sudah dimiliki sebelum mengajukan pengadaan unit baru. Pasalnya, aset tersebut dinilai belum memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah, sementara biaya operasionalnya justru terus membebani APBD.

Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang, Redam Guruh Krismantara Bisowarno, menilai rencana penambahan videotron tidak tepat dilakukan di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Menurutnya, Diskominfo seharusnya lebih dulu membenahi tata kelola dan mencari skema agar aset yang ada dapat menghasilkan nilai ekonomi.

Sorotan tersebut muncul setelah diketahui tujuh unit videotron milik Diskominfo membutuhkan biaya listrik sekitar Rp1,3 juta hingga Rp2,2 juta per unit setiap bulan.

Baca:Mengenal SosokGanjarPranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

Salah satu contohnya adalah videotron di perempatan Pasar Kepanjen yang menghabiskan biaya listrik sekitar Rp26 juta per tahun. Padahal, jam operasional layar tersebut dibatasi sekitar lima jam sehari, mulai pukul 12.00 hingga 17.00 WIB.

Baca juga :