Jakarta, Gesuri.id - Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menegaskan bahwa pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila harus terwujud secara nyata dalam tindakan sehari-hari, tidak boleh berhenti pada ruang pelatihan atau diskusi teoritis semata.
"Tolok ukur keberhasilan kaderisasi terletak pada implementasi nyata dari sikap dan kebijakan para aparatur di tengah kehidupan bermasyarakat," ujar Danang saat pengukuhan Kader Pancasila Kabupaten Sleman di Sleman, Rabu.
Dalam acara tersebut, sebanyak 50 peserta dikukuhkan sebagai Kader Pancasila. Para peserta berasal dari unsur pemerintah kalurahan (setingkat desa), lembaga kalurahan, serta tokoh masyarakat dari tiga kalurahan, yakni Sendangsari, Trimulyo, dan Bokoharjo.
Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo
Danang menyoroti posisi perangkat desa sebagai pemomong atau pengayom warga di struktur pemerintahan terbawah. Menurutnya, posisi tersebut menuntut tanggung jawab moral yang tinggi.
"Setiap pengambilan kebijakan kalurahan, termasuk ketepatan penyaluran bantuan sosial, harus berpijak pada prinsip keadilan sosial. Selain itu, aparatur diharapkan selalu mengedepankan musyawarah untuk mufakat serta memberikan perlindungan dan pelayanan berlandaskan rasa kemanusiaan," tegasnya.
Pengukuhan ini diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman. Acara secara simbolis dilakukan langsung oleh Wakil Bupati dengan menyerahkan sertifikat kepada enam perwakilan Kader Pancasila.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan lokakarya bertema "Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila Berbasis Kalurahan Berkarakter Pancasila". Lokakarya ini menghadirkan narasumber dari Badan Kesbangpol Sleman, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Sleman, serta Pusat Studi Pancasila UGM.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Melalui pembekalan tersebut, para kader diharapkan mampu menjadi pionir pengamalan nilai-nilai kebangsaan sekaligus memperkuat ketahanan sosial di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman, Muhamad Aji Wibowo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan pembentukan "Kalurahan Berkarakter Pancasila" yang telah dirintis sejak 2018.
"Hingga 2025, sebanyak 35 kalurahan telah terbentuk. Tahun ini Pemkab Sleman menambah enam lokasi baru, sehingga total kalurahan yang dikukuhkan mencapai 41 kalurahan," ungkap Aji.

















































































