BNPB Sebut Karhutla di Kalteng dan Kalbar Normal, SKY: Lihat Dampaknya ke Masyarakat

Kita perlu melihat kondisi masyarakat secara menyeluruh. Ketika kualitas udara menurun dan kabut asap mengganggu aktivitas
Sabtu, 26 September 2026 20:35 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Palangkaraya, Gesuri.id Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah, Sigit Karyawan Yunianto (SKY), menyoroti pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto yang sempat viral terkait kehidupan masyarakat di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar) yang disebut berjalan normal di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

​Kita perlu melihat kondisi masyarakat secara menyeluruh. Ketika kualitas udara menurun dan kabut asap mengganggu aktivitas, tentu ada dampak yang dirasakan masyarakat, ujar Sigit dikutip dari Antara Kalteng di Palangka Raya, Sabtu (26/9).

​Sigit, yang juga merupakan anggota Komisi XII DPR RI serta mantan Ketua DPRD Kota Palangka Raya tiga periode, menegaskan bahwa kondisi di lapangan harus menjadi perhatian utama dalam melihat dampak karhutla. Menurutnya, kabut asap tidak hanya berkaitan dengan kondisi kebakaran, tetapi juga memengaruhi berbagai sektor penting kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, transportasi udara, hingga kegiatan ekonomi.

​Jangan sampai karena sebagian aktivitas masih berjalan, kemudian kondisi di lapangan dianggap sepenuhnya normal. Kita harus melihat fakta dan keluhan masyarakat di daerah, kata Sigit.

​Ia mengimbau pemerintah untuk memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan karhutla, khususnya di wilayah yang berulang kali terdampak asap.

Baca juga :