Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Irine Yusiana Roba Putri, mendorong masyarakat desa di Maluku Utara memanfaatkan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) untuk membangun akses jalan antardesa maupun jalan menuju kawasan perkebunan. Melalui program yang didanai APBN tersebut, setiap proyek memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp500 juta.
“Program PISEW itu adalah program yang sudah saya jalankan di Maluku Utara. Banyak sekali titik dan setiap tahunnya itu kita bisa bangun sekitar 30 titik,” kata Irine dikutip Sabtu (7/11/2026).
Irine menjelaskan, program PISEW dirancang untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah desa melalui pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu pemanfaatannya adalah pembangunan jalan yang menghubungkan dua desa atau lebih, termasuk akses menuju kawasan perkebunan.
Menurut Irine, setiap proyek PISEW mendapatkan anggaran sebesar Rp500 juta dari APBN. Namun, terdapat persyaratan utama yang harus dipenuhi, yakni infrastruktur yang dibangun harus memberikan manfaat bagi sedikitnya dua desa.
“Jumlahnya 500 juta rupiah, tetapi syaratnya adalah bisa dimanfaatkan oleh 2 desa minimal. Jadi mungkin kalau ada sambungan dari Fayaul ke Bukutio, ada yang nyambung dan itu menuju kebun, itu bisa diajukan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan jalan antardesa sangat penting untuk memudahkan mobilitas masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari mengangkut hasil perkebunan hingga mengakses layanan dan kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, Irine mengajak pemerintah desa dan masyarakat yang membutuhkan pembangunan akses jalan untuk berkoordinasi dengan tim Irine Center di kabupaten maupun kota masing-masing. Tim tersebut dapat memberikan informasi mengenai mekanisme dan persyaratan pengajuan program PISEW.
Irine berharap semakin banyak desa di Maluku Utara yang dapat memanfaatkan program tersebut sehingga konektivitas antarwilayah semakin baik. Dengan akses infrastruktur yang memadai, aktivitas ekonomi masyarakat desa diharapkan semakin lancar dan potensi wilayah dapat berkembang lebih optimal.

















































































