Jakarta, Gesuri.id - Komisi XII DPR RI menyoroti dugaan ketidaksesuaian spesifikasi batu bara yang dipasok ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Pengawasan ketat pada proses penerimaan bahan bakar dinilai krusial demi menjaga keandalan mesin pembangkit serta mencegah potensi kerugian negara.
Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI, Yulian Gunhar, menegaskan bahwa setiap boiler PLTU dirancang untuk mengonsumsi batu bara dengan klasifikasi dan nilai kalor (calorific value) tertentu. Penggunaan batu bara di bawah standar spesifikasi berisiko merusak komponen mesin dan memicu gangguan pasokan listrik (blackout).
Mesin harus dijaga sesuai kapasitasnya. Jika butuh spesifikasi low calorie 4.200, tetapi yang dimasukkan kualitas 3.600 atau 3.400, performa mesin akan turun dan berisiko rusak hingga blackout, ujar Gunhar di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (17/9/2026).
Baca:Mengenal SosokGanjarPranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut juga menyoroti potensi kejanggalan dalam transaksi pembayaran. Ia memperingatkan risiko ketidaksesuaian antara nilai kalor yang tertera pada dokumen penagihan (invoicing) dengan kualitas riil batu bara yang diterima pembangkit.