Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VII DPR RI, Maria Lestari, mendorong penguatan fasilitas laboratorium pengujian di Pulau Kalimantan guna memenuhi kebutuhan pengujian sektor kesehatan, lingkungan, hingga industri.
Langkah ini dinilai mendesak agar proses uji sampel berstandar tidak lagi bergantung pada laboratorium di Jakarta.
Pernyataan tersebut disampaikan Maria dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) PT Sucofindo (Persero) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (18/9/2026).
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Maria menekankan bahwa keterbatasan fasilitas laboratorium pengujian berdampak langsung pada penanganan isu-isu strategis, seperti pencemaran lingkungan akibat bencana kabut asap yang rutin melanda berbagai wilayah di Kalimantan. Kabut asap tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga merumpuhkan transportasi dan aktivitas perekonomian regional.
“Kabut asap masih belum teratasi di beberapa wilayah, seperti di Kalimantan Barat yang kondisinya luar biasa. Bahkan penerbangan sempat tidak bisa mendarat selama empat hari. Ini sangat mengganggu kesehatan dan perekonomian,” ujar legislator dari daerah pemilihan Kalimantan Barat I tersebut.
Baca: Ganjar Pranowo Sosok Pemimpin yang Disukai Semua Kalangan
Ia menyoroti bahwa pengujian parameter dampak debu serta kualitas lingkungan akibat kabut asap saat ini masih harus dikirim ke Jakarta. Ketergantungan tersebut dinilai memperlambat respon dan penanganan di daerah. Oleh karena itu, keberadaan laboratorium berstandar tinggi di wilayah Kalimantan menjadi kebutuhan krusial agar hasil uji dapat diperoleh lebih cepat.
Selain isu lingkungan, Maria meminta Standardisasi Nasional (BSN) bersama PT Sucofindo memperkuat pendampingan bagi usaha kecil menengah (UKM) dan industri kecil menengah (IKM) dalam memenuhi standar mutu produk.
“Penguatan fasilitas laboratorium dan pembinaan UKM/IKM merupakan fondasi utama untuk mendukung pemulihan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional. Kami berharap kapasitas laboratorium, khususnya untuk sektor kesehatan dan lingkungan, dapat segera dipenuhi di Kalimantan,” tegasnya.

















































































