Darmadi Durianto Desak Dirut Pertamina Terbuka: Kenapa Rakyat di Bali & Kalbar Harus Antri?

Darmadi mendesak Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri memberikan penjelasan terbuka.
Kamis, 15 Oktober 2026 14:06 WIB Jurnalis - Syahrul Arsyad

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Darmadi Durianto, mempertanyakan kesiapan Pertamina dalam menjaga distribusi bahan bakar minyak (BBM) menyusul antrean panjang masyarakat di sejumlah wilayah Bali dan Kalimantan Barat.

Ia mendesak Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri memberikan penjelasan terbuka mengenai perhitungan kebutuhan, ketersediaan stok, dan distribusi BBM agar masyarakat tidak terus dirugikan akibat gangguan pasokan di lapangan.

Pak Dirut Pertamina, kalau pasokan Pertalite seharusnya aman, lalu kenapa rakyat di Bali dan di Kalimantan Barat harus antri untuk mendapatkan BBM? Jangan-jangan yang bermasalah bukan stoknya, tapi perhitungan dan distribusinya. Pak Dirut Pertamina, Bapak Simon, ini yang harus dijelaskan kepada publik. Berdasarkan laporan yang saya terima, pasokan Pertalite seharusnya tidak menjadi masalah, tegas Darmadi dikutip di akun istagram pribadinya Kamis (15/10/2026).

Darmadi menilai, persoalan antrean BBM tersebut perlu dijelaskan secara menyeluruh, terutama jika perhitungan pasokan dan kebutuhan harian sebenarnya telah dilakukan oleh Pertamina. Menurutnya, ketersediaan BBM tidak cukup hanya dipastikan berdasarkan jumlah stok secara nasional, tetapi juga harus menjamin kelancaran distribusi hingga ke setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Ia menyoroti kebutuhan Pertalite di Bali yang disebut mencapai 2.200 kiloliter per hari. Namun, masyarakat justru menghadapi antrean panjang di sejumlah SPBU. Setelah persoalan mencuat, Pertamina mengumumkan tambahan pasokan Pertalite dan Pertamax sebanyak 26.200 kiloliter.

Baca juga :