Pamekasan, Gesuri.id Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, hingga pemangku kepentingan (stakeholder) terkait untuk berperan aktif dalam mencegah dan menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Desakan ini dinilai kian mendesak menyusul mencuatnya kasus kekerasan seksual massal terhadap anak di Pulau Madura.
Politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut menegaskan bahwa upaya perlindungan terhadap kelompok rentan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah maupun aparat penegak hukum. Peran aktif masyarakat di tingkat akar rumput justru menjadi kunci dalam mendeteksi dini sekaligus mencegah tindak kekerasan di lingkungan sekitar.
Baca:Perjalanan HidupGanjarPranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Upaya perlindungan perempuan dan anak itu tentu tidak hanya dapat dibebankan kepada pemerintah maupun aparat penegak hukum. Peran masyarakat di tingkat bawah sangat dibutuhkan dan bahkan menjadi kunci sukses dalam melakukan deteksi dini serta melakukan pencegahan tindak kekerasan, ujar Ansari saat ditemui di Pamekasan, Jumat (10/7/2026).