Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, melontarkan kritik keras terhadap penanganan bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra yang dinilainya belum optimal dan terkesan lamban, meskipun Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana yang sangat tinggi.
Dari sini kan kita belajar bahwa Republik Indonesia yang ada di Ring of Fire ini, di daerah yang sangat rentan bencana, kita selalu tergagap-gagap, kata Deddy dalam Rapat Kerja Komisi II DPR RI terkait penanganan pascabencana Sumatra, Senin (19/1/2026).
Selalu tergagap-gagap, lanjutnya.
Deddy menyoroti kondisi masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara yang hingga kini belum sepenuhnya pulih. Bencana hidrometeorologis yang terjadi pada akhir November 2025 tersebut telah berlalu hampir dua bulan, namun kehidupan warga terdampak masih jauh dari normal.
Ia mengungkapkan, di sejumlah wilayah, rumah-rumah warga masih tertimbun lumpur dengan ketebalan yang bervariasi. Selain itu, material kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang juga masih dalam proses pembersihan, sehingga menghambat aktivitas masyarakat serta pemulihan lingkungan.