Dilema Solar Subsidi: PDI Perjuangan Desak Sinergi Kebijakan demi Lindungi Petani Blitar

Kebutuhan solar untuk alat mesin pertanian melonjak tajam, namun rumitnya mekanisme distribusi di lapangan justru menjerat petani.
Kamis, 16 April 2026 23:39 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Blitar, Gesuri.id Di tengah hiruk-pikuk panen raya dan ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino, para petani di Kabupaten Blitar kini dihantui persoalan pelik: akses Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Kebutuhan solar untuk alat mesin pertanian (alsintan) melonjak tajam, namun rumitnya mekanisme distribusi di lapangan justru menjerat petani dalam risiko pidana.

Minimnya pemahaman mengenai prosedur resmi membuat sejumlah petani menempuh jalur pintas yang berisiko tinggi. Praktik kuras tangki truk hingga transaksi antarpetani menjadi pemandangan jamak demi menggerakkan mesin di sawah. Sayangnya, langkah nekat ini kerap berujung pahit.

Baca:Inilah Profil dan BiodataGanjarPranowo

Tak sedikit petani yang membawa solar menggunakan jeriken tanpa dokumen resmi harus berurusan dengan aparat keamanan. Mulai dari penyitaan barang bukti hingga ancaman jeratan hukum berdasarkan UU Cipta Kerja membayangi para pejuang pangan ini. Bagi mereka, ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan ancaman terhadap mata pencaharian.

Baca juga :