Direktur FNF Asia: Demokrasi Dalam Tekanan, dari Amerika Serikat, Jerman hingga Indonesia

Dari AS hingga Asia, Forum CALD di Yogyakarta Soroti Gelombang Populisme dan Kemunduran Demokrasi.
Jum'at, 04 September 2026 11:44 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Yogykarta, Gesuri.id Gelombang populisme dan kemunduran demokrasi (democratic backsliding) dinilai telah menjadi persoalan global yang tidak hanya melanda negara berkembang, tetapi juga menjangkau negara-negara dengan tradisi demokrasi yang panjang seperti Amerika Serikat dan Jerman.

Persoalan tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam pembukaan CALD Conference on Democratic Resilience in Southeast and East Asia sekaligus 9th CALD Party Management Workshop di Karaton Ballroom, Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Jumat (4/9/2026).

Sejumlah tokoh yang berbicara dalam forum internasional tersebut mengingatkan bahwa demokrasi menghadapi tantangan serius ketika kekuasaan politik dan ekonomi semakin terkonsentrasi, kepercayaan publik terhadap institusi melemah, ketimpangan membesar, serta populisme mendapatkan ruang untuk berkembang.

Chairperson Council of Asian Liberals and Democrats (CALD), Florencio Butch Abad, antara lain mengangkat pemikiran peraih Nobel Ekonomi 2024, Daron Acemoglu, mengenai tantangan yang dihadapi demokrasi liberal.

Baca:9 Prestasi MenterengGanjarPranowo Selama Menjabat Gubernur

Baca juga :