Jakarta, Gesuri.id -Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima menilai proyek Waduk Jlantah di Kabupaten Karanganyar memiliki potensi strategis yang besar untuk mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mengatasi ancaman penyusutan lahan sawah. Dengan dukungan infrastruktur jaringan irigasi primer dan tersier yang memadai, kawasan tersebut diperkirakan mampu mencetak hingga 1.500 hektare sawah baru.
Jika dukungan Pemerintah Pusat mengalir lewat tambahan anggaran infrastruktur lahan primer dan tersier di Waduk Jlantah, target minimal 87 persen LP2B akan sangat mudah tercapai. Karanganyar bahkan tidak hanya menutupi kekurangan yang sekitar 500 hektare (3,5 persen) itu, tapi justru akan mengalami surplus lahan pertanian hingga 1.000 hektare, kata Aria Bima, dikutip Rabu(3/6/2026).
Menurut Aria Bima, tambahan lahan pertanian yang dihasilkan dari pengembangan Waduk Jlantah akan memberikan manfaat besar bagi Kabupaten Karanganyar. Selain mampu memenuhi target Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), daerah tersebut juga berpeluang memiliki cadangan lahan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan sektor lain.
Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu menjelaskan bahwa surplus lahan sekitar 1.000 hektare hasil program cetak sawah baru nantinya dapat dikonversi secara legal untuk berbagai kebutuhan pengembangan daerah. Pemanfaatan tersebut mencakup pembangunan sektor pariwisata, kawasan komersial, hingga berbagai infrastruktur yang berpotensi menarik investasi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, peluang tersebut menjadi semakin penting di tengah tren menurunnya dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah. Karena itu, daerah perlu memiliki ruang yang cukup untuk mengembangkan sektor-sektor produktif tanpa mengabaikan kepentingan ketahanan pangan.