Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI Daerah Pemilihan Jambi, Edi Purwanto, menegaskanserangkaian kecelakaan transportasi yang menimbulkan korban jiwa belakangan ini harus dipandang sebagai peringatan serius bagi negara untuk segera membenahi sistem keselamatan publik, khususnya di sektor transportasi darat, laut, dan udara.
Saya memandang peristiwa tenggelamnya Kapal Tunu Pratama Jaya, kecelakaan Bus Cahaya Pratama, hingga insiden pesawat ATR 42-500 yang menimbulkan korban jiwa, bukan sebagai musibah semata. Ini adalah rangkaian peringatan keras. Dan lebih dari itu, ini adalah cermin dari kelalaian serta kegagalan negara dalam menjalankan tanggung jawab paling dasarnya: melindungi nyawa warganya, kata Edi, dikutipSabtu (31/1/2026).
Ia menilai, setiap tragedi yang terjadi kerap direspons dengan duka dan belasungkawa, namun jarang diikuti dengan evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang ada.
Setiap kali tragedi terjadi, kita selalu berduka. Namun pertanyaannya, apakah negara hanya boleh berhenti pada duka dan belasungkawa? Ataukah sudah saatnya kita jujur mengakui bahwa ada sistem yang tidak berjalan sebagaimana mestinya?, tanyanya.
Dalam rapat kerja bersama pemerintah, Edi mengaku telah secara tegas meminta Kementerian Perhubungan untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh moda transportasi tanpa terkecuali.