Ikuti Kami

Sofwan Dedy: Rencana Penambahan Layer Cukai Rokok Berpotensi PHK di Sektor Kretek Tangan

Rencana menambah layer baru rokok akan berpotensi gulung tikarnya golongan Sigaret Kretek Tangan (SKT) sehingga PHK massal tak terhindarkan

Sofwan Dedy: Rencana Penambahan Layer Cukai Rokok Berpotensi PHK di Sektor Kretek Tangan
Anggota Baleg DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sofwan Dedy Ardyanto - Foto: Istimewa

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Sofwan Dedy Ardyanto mengingatkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait rencana menambah layer baru rokok akan berpotensi gulung tikarnya golongan Sigaret Kretek Tangan (SKT) sehingga PHK massal tak terhindarkan.

"Bahwa kebijakan tersebut berpotensi memicu ketidakstabilan pasar dan berdampak buruk terhadap kelangsungan industri padat karya, khususnya Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang selama ini penopang serapan tenaga kerja (padat karya)," kata Sofwan di Jakarta, Senin (02/02/2026).

Menurut legislator PDI Perjuangan, penambahan layer baru dalam struktur cukai dapat mendorong terjadinya fenomena downtrading, yakni peralihan konsumen ke produk dengan tarif cukai yang lebih rendah. Kondisi ini dinilai semakin berisiko mengingat daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.

“Saya kira, kondisi daya beli yang belum pulih ini juga disadari pemerintah, terlihat dari target penerimaan cukai hasil tembakau sebagaimana dalam dokumen Peraturan Presiden (Perpres) No 118 Tahun 2025 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2026 yang kembali diturunkan,” ujarnya.

Sofwan yang terpilih dari daerah pemilihan Jawa Tengah VI (Kab/Kota Magelang, Purworejo, Wonosobo dan Temanggung) menyoroti penurunan target penerimaan cukai tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp225,75 triliun, lebih rendah 1,89% dibandingkan target CHT 2025 yang mencapai Rp230,09 triliun.

“Penurunan target ini menjadi sinyal bahwa pemerintah menyadari adanya tantangan besar dalam konsumsi dan daya beli masyarakat. Penambahan layer cukai di tengah situasi seperti ini justru berpotensi menjadi langkah yang kontraproduktif bagi keberlangsungan industri nasional,” jelasnya.

Sofwan mengkhawatirkan keberadaan layer baru akan mendorong pelaku usaha berpindah ke lapisan tersebut. Dampak lanjutan dari kondisi ini, menurutnya, akan sangat dirasakan oleh kelangsungan industri Sigaret Kretek Tangan (SKT).

Selama ini, SKT dikenal sebagai sektor padat karya yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Namun, apabila struktur cukai baru membuat harga Sigaret Kretek Mesin (SKM) tidak lagi terpaut jauh dengan SKT, konsumen berpotensi beralih ke SKM.

“Pergeseran konsumsi ini dikhawatirkan dapat mematikan industri SKT. Jika permintaan SKT terus menurun, gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor yang sangat bergantung pada tenaga manusia ini sulit untuk dihindari,” tukas Sofwan.

Quote