Jakarta, Gesuri.id - Konsultan dan Perencana Keuangan, Elvi Diana, mengungkapkan bahwa kemampuan bank-bank BUMN dalam menjaga ritme pertumbuhan kredit serta profitabilitas didorong oleh tiga pilar utama: struktur bisnis yang berakar kuat, dukungan strategis dari pemerintah, dan tingkat kepercayaan publik yang terjaga.
Kondisi positif ini tercermin dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di mana penyaluran kredit perbankan nasional per Maret 2026 tercatat tumbuh 9,49 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp8.659,05 triliun. Angka tersebut menunjukkan akselerasi jika dibandingkan dengan capaian Februari 2026 yang tumbuh 9,37 persen yoy.
Elvi menjelaskan, salah satu faktor kunci yang menjaga kinerja keuangan perbankan tetap efisien di tengah tren suku bunga global yang tinggi adalah penguasaan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA).
Baca:Mengenal SosokGanjarPranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Tingginya porsi tabungan dan giro ini memangkas biaya dana (cost of fund), sehingga margin bunga bersih (Net Interest Margin) perbankan tetap stabil.