Jakarta, Gesuri.id Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menegaskan bahwa pesatnya pertumbuhan populasi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) atau electric vehicle (EV) di Indonesia harus dimanfaatkan untuk mendorong industrialisasi nasional, bukan sekadar membangun pasar penjualan.
Hingga saat ini, populasi kendaraan listrik di Tanah Air telah mencapai sekitar 541 ribu unit dengan total nilai investasi industri perakitan menyentuh Rp30 triliun. Menurut Evita, capaian positif ini perlu diarahkan ke tingkatan yang lebih strategis.
Baca:GanjarPranowo Sosok Pemimpin yang Disukai Semua Kalangan
Kendaraan listrik bukan hanya menjadi bagian dari agenda transisi energi dan net zero emission, melainkan juga lokomotif industrialisasi dan kemandirian teknologi Indonesia, ujar Evita saat Rapat Kerja bersama Kementerian Perindustrian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.
Evita mengingatkan bahwa Indonesia memiliki modal besar berupa cadangan sumber daya mineral, pasar yang luas, tenaga kerja produktif, serta arus investasi yang terus bertumbuh.