Ikuti Kami

Evita Nursanty Minta Industri EV Jadi Lokomotif Kemandirian Teknologi dan Lapangan Kerja

Keunggulan tersebut harus dikonversi menjadi penguasaan teknologi, penguatan industri komponen lokal, dan penciptaan lapangan kerja.

Evita Nursanty Minta Industri EV Jadi Lokomotif Kemandirian Teknologi dan Lapangan Kerja
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty.

​Jakarta, Gesuri.id — Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menegaskan bahwa pesatnya pertumbuhan populasi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) atau electric vehicle (EV) di Indonesia harus dimanfaatkan untuk mendorong industrialisasi nasional, bukan sekadar membangun pasar penjualan.

​Hingga saat ini, populasi kendaraan listrik di Tanah Air telah mencapai sekitar 541 ribu unit dengan total nilai investasi industri perakitan menyentuh Rp30 triliun. Menurut Evita, capaian positif ini perlu diarahkan ke tingkatan yang lebih strategis.

Baca: Ganjar Pranowo Sosok Pemimpin yang Disukai Semua Kalangan

​"Kendaraan listrik bukan hanya menjadi bagian dari agenda transisi energi dan net zero emission, melainkan juga lokomotif industrialisasi dan kemandirian teknologi Indonesia," ujar Evita saat Rapat Kerja bersama Kementerian Perindustrian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.

​Evita mengingatkan bahwa Indonesia memiliki modal besar berupa cadangan sumber daya mineral, pasar yang luas, tenaga kerja produktif, serta arus investasi yang terus bertumbuh. 

Keunggulan tersebut harus dikonversi menjadi penguasaan teknologi, penguatan industri komponen lokal, dan penciptaan lapangan kerja.

Dalam Negeri (TKDN) sebesar 80 persen pada 2030, Evita mendorong industri nasional agar segera menguasai pembuatan komponen strategis. Hal ini mencakup teknologi baterai, motor listrik, controller, power electronics, sistem manajemen baterai, hingga industri daur ulang (recycling).

​"Penunjukan BUMN seperti PT Len Industri dan PT Pindad harus kita manfaatkan sebagai momentum untuk membangun kemampuan teknologi nasional," tegasnya.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

​Selain itu, ia meminta pembangunan ekosistem EV turut melibatkan Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta UMKM agar dampak ekonominya merata di sepanjang rantai pasok, tidak hanya dinikmati oleh produsen kendaraan semata.

​"Kita tidak ingin hanya mengejar berapa banyak kendaraan listrik yang terjual. Yang jauh lebih penting adalah seberapa besar teknologi yang berhasil kita kuasai dan seberapa banyak industri nasional yang tumbuh," pungkas Evita.

Quote