Jakarta, Gesuri.id - Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan pentingnya menjaga generasi muda dari berbagai bentuk kenakalan remaja dan tindak kekerasan melalui Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi inspektur upacara deklarasi gerakan yang digelar di SMA Negeri 1 Wonosari,sebagai bagian dari upaya membentuk karakter pelajar yang unggul, santun, dan berbudaya.
Jangan sampai menyesal, maka keberadaan generasi muda harus dijaga dan dijauhkan dari praktik-praktik kenakalan remaja yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, kata Mbak Endah, sapaan akrabnya, dikutip Rabu(22/2/2026).
Endah mengatakan Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai yang diinisiasi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menjadi momentum untuk mengajak pelajar menjaga sikap santun, memperkuat budaya damai, serta menjauhi perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Program tersebut juga diharapkan menjadi benteng pencegahan terhadap perundungan, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, hingga tindak kekerasan di lingkungan sekolah.
Menurutnya, nilai-nilai budaya Jawa seperti eling lan waspada atau selalu ingat dan waspada tetap relevan diterapkan dalam kehidupan generasi muda saat ini. Pelajar juga diingatkan agar senantiasa mengingat jati diri, keluarga, serta tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.
Sikap yang kurang baik harus dihindari karena makin marak penyalahgunaan obat-obatan terlarang, penggunaan senjata tajam hingga minuman oplosan di kalangan remaja, katanya.