Jakarta, Gesuri.id - Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan pentingnya kesiapan sejak dini untuk menjaga ketahanan pangan menghadapi musim kemarau yang diprediksi datang lebih awal pada 2026.
Hal tersebut disampaikannya dalam Sarasehan Pertanian di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Jumat (13/3/2026), yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, dan petani agar produksi pangan tetap stabil di tengah tantangan perubahan iklim.
Sarasehan tersebut turut dihadiri perwakilan dari BRIN DIY, Dinas Pertanian dan Pangan DIY, BMKG Yogyakarta, PT Pupuk Indonesia, penyuluh pertanian, serta perwakilan petani. Pertemuan ini membahas berbagai langkah strategis untuk menjaga produktivitas pertanian di wilayah yang dikenal memiliki karakteristik lahan kering.
Selain upaya penguatan sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga menyalurkan bantuan tali asih bagi peternak yang kehilangan ternak akibat penyakit menular strategis seperti PMK dan LSD. Nilai bantuan yang diberikan berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp5 juta per ekor.
Endah menyebut sektor pertanian masih menjadi penopang utama perekonomian daerah. Saat ini, pertumbuhan ekonomi Gunungkidul berada di peringkat kedua di DIY setelah Sleman. Pemerintah daerah juga terus menggalakkan Program Gerbang Pagi (Gerakan Pangan dan Gizi) untuk mendorong masyarakat menanam bahan pangan di pekarangan rumah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi menambahkan sejumlah strategi teknis telah disiapkan untuk menghadapi musim kemarau.
Beberapa di antaranya meliputi penggunaan varietas padi berumur pendek, percepatan olah tanah dengan bantuan alat mesin pertanian, serta perbaikan saluran drainase. Dinas juga menyiapkan pestisida untuk pengendalian hama dan memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi sebanyak 36.539 ton pada 2026.
Selain itu, Pemkab Gunungkidul juga mengembangkan layanan digital pertanian melalui aplikasi Si Petani yang menyediakan informasi harga pasar dan agenda Gerakan Pangan Murah, serta aplikasi Lapor Dok untuk melaporkan ternak sakit atau mati.
Layanan kesehatan hewan turut diperkuat melalui program Si Asih Kangen yang kini hadir dalam bentuk Klinik Kesehatan Hewan. Fasilitas ini menyediakan pemeriksaan kesehatan hewan, pemberian vitamin, obat-obatan, hingga layanan USG hewan secara gratis bagi para peternak.

















































































