Jakarta, Gesuri.id - Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menggelar silaturahmi bersama perwakilan dari 24 organisasi wanita se-Kabupaten Gunungkidul di Bangsal Sewokoprojo, Selasa (17/3/2026).
Pertemuan yang berlangsung pada bulan Ramadan itu menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan kaum perempuan dalam mendukung pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Endah menegaskan organisasi wanita memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Ia mengutip pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, tentang pentingnya peran laki-laki dan perempuan dalam membangun bangsa.
“Mengutip pesan Bung Karno dalam buku Sarinah, laki-laki dan perempuan adalah dua sayap seekor burung. Jika keduanya kuat, maka burung tersebut dapat terbang ke puncak setinggi-tingginya,” kata Endah.
Selain menyoroti peran strategis perempuan, Bupati juga menyinggung persoalan sosial yang masih menjadi perhatian serius di Gunungkidul, yakni tingginya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pelecehan seksual terhadap anak. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen memberikan perlindungan melalui UPT Perlindungan Perempuan dan Anak.
Ia juga meminta dukungan organisasi wanita untuk ikut aktif menyosialisasikan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan masyarakat.
Perwakilan organisasi wanita, Sri Andari, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Gunungkidul yang dinilai telah memberikan perhatian dan ruang bagi perempuan untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Seluruh organisasi wanita di Gunungkidul siap berkolaborasi dan bersinergi dengan perangkat daerah terkait sesuai dengan bidang kemampuan masing-masing demi mewujudkan Gunungkidul yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul, Wahyu Nugroho, selaku ketua pelaksana kegiatan, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut memiliki tiga tujuan utama. Pertama, mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan organisasi wanita. Kedua, meningkatkan sinergi dan kebersamaan dalam mendukung pembangunan daerah. Ketiga, menumbuhkan semangat kepedulian sosial, khususnya pada bulan Ramadan.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi yang mungkin sempat tertunda karena sudah lama tidak bersilaturahmi bersama. Peran aktif organisasi wanita sangat kami harapkan dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Wahyu.
Acara itu juga dihadiri mantan Bupati Gunungkidul Hajah Badingah, yang disebut sebagai salah satu sosok perempuan inspiratif bagi masyarakat Gunungkidul.
Pertemuan ditutup dengan tausiah dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Haji Ahmad Ahsan Jihadan, menjelang waktu berbuka puasa.

















































































