Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, memaparkan secara komprehensif strategi ketahanan pangan nasional menghadapi tantangan tahun 2026 dalam dialog inspiratif Siaran Radio Elshinta bertajuk Ketahanan Pangan, Tata Kelola Hutan, dan Risiko Bencana Alam yang digelar pada Jumat (2/1).
Dalam dialog tersebut, Prof. Rokhmin menyoroti capaian penting Indonesia yang berhasil mencatat surplus beras pada 2025, sekaligus mengingatkan bahwa tantangan struktural dan lingkungan masih membayangi keberlanjutan ketahanan pangan nasional.
Tak hanya itu, sektor perikanan tampil perkasa dengan capaian swasembada dan ekspor yang mengharumkan nama bangsa di kancah global, ujar Rektor Universitas UMMI Bogor ini.
Prof. Rokhmin menegaskan bahwa capaian swasembada pangan tidak boleh berhenti pada angka produksi semata. Pada 2025, Indonesia tercatat mengalami surplus beras dengan produksi sekitar 34 juta ton dibandingkan kebutuhan nasional 32 juta ton, didukung stok Bulog yang mencapai 3,7 juta ton. Namun demikian, menurutnya, keberhasilan tersebut harus dibaca secara lebih mendalam dan strategis.
Swasembada tidak boleh berhenti pada angka produksi. Kita harus membangun sistem pangan yang kokoh, adil, dan berkelanjutan, tegasnya.