Ikuti Kami

Mercy Barends Gandeng Mama Jibu-Jibu dan Papalele, Penyangga Ekonomi Kota Ambon

Dari hasil jualan sederhana, mereka membiayai kebutuhan rumah tangga, menyekolahkan anak, menambah modal usaha, bahkan menabung untuk masa

Mercy Barends Gandeng Mama Jibu-Jibu dan Papalele, Penyangga Ekonomi Kota Ambon
Anggota Komisi III DPR RI fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Maluku sekaligus Anggota MPR RI, Mercy Chriesty Barends, ST, menggandeng kelompok Mama Jibu-Jibu dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Seri ke-26 di Kompleks Jalan Baru, Kota Ambon.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Maluku sekaligus Anggota MPR RI, Mercy Chriesty Barends, ST, menggandeng kelompok Mama Jibu-Jibu dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Seri ke-26 di Kompleks Jalan Baru, Kota Ambon.

Sosialisasi yang dirangkai dengan Dialog Kebangsaan bertema "Perjuangan dan Pengalaman Mama-Mama Jibu-Jibu Wujudkan Penguatan Ekonomi Kerakyatan di Kota Ambon", ini menekankan pentingnya peran perempuan pelaku usaha kecil dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di Kota Ambon.

Dalam kesempatan itu, Mercy menegaskan mama-mama jibu-jibu dan papalele merupakan penopang utama perputaran ekonomi rakyat di Ambon. Aktivitas berjualan yang mereka lakukan setiap hari, kata dia, bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi menjadi fondasi keberlangsungan ekonomi keluarga.

"Mama-mama jibu-jibu ini adalah penyangga ekonomi Kota Ambon. Dari hasil jualan sederhana, mereka membiayai kebutuhan rumah tangga, menyekolahkan anak, menambah modal usaha, bahkan menabung untuk masa depan,” ujar Mercy dalam dialog tersebut dikutip Selasa (17/3).

Menurut Mercy, ketangguhan para perempuan pelaku usaha kecil ini menunjukkan bahwa ekonomi kerakyatan bertumpu pada kekuatan masyarakat kecil yang mandiri dan konsisten. Karena itu, keberadaan mereka perlu mendapat perhatian dan penguatan dari negara.

Ia juga menilai, praktik kehidupan sehari-hari mama-mama jibu-jibu mencerminkan nilai-nilai luhur Empat Pilar Kebangsaan, khususnya Pancasila.

"Memulai usaha dengan doa adalah wujud pengamalan Sila Pertama. Saat pembeli menawar harga, mama-mama dengan rasa kemanusiaan tetap memberikan keringanan meski untungnya kecil, bahkan kadang merugi. Itu bentuk pengamalan Sila Kedua," jelas Mercy.

Selain itu, interaksi antara penjual dan pembeli yang terjalin setiap hari turut memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.

"Relasi yang terbangun dalam aktivitas jual beli menghadirkan rasa persaudaraan dan persatuan di antara sesama warga. Inilah praktik nyata nilai persatuan dalam kehidupan masyarakat," terangnya.

Dialog kebangsaan yang dihadiri sekitar 150 mama-mama jibu-jibu berlangsung interaktif, hangat dan penuh nuansa kekeluargaan. Para mama jibu-jibu turut berbagi pengalaman tentang tantangan berdagang, fluktuasi harga kebutuhan pokok, hingga strategi bertahan di tengah tekanan ekonomi.

Kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama sebagai simbol kebersamaan, serta pemberian tali asih kepada seluruh peserta sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap peran perempuan pelaku ekonomi kerakyatan di Kota Ambon.

Quote