Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Elvi Diana, menyatakan bahwa pihak legislatif bergerak cepat menyikapi anjloknya harga kelapa sawit di tingkat petani daerah.
Di bawah inisiasi Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya, DPRD secara resmi telah melayangkan surat permohonan audiensi kepada Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Langkah ini diambil menyusul merosotnya harga komoditas sawit secara drastis dari kisaran Rp2.800 per kilogram menjadi hanya sekitar Rp1.000-an per kilogram. Menurut Elvi, penurunan tajam ini sangat memukul daya beli masyarakat bawah, terutama karena terjadi pada momentum yang krusial bagi keuangan keluarga.
Baca:GanjarAjak Kader PDI Perjuangan Perkuat Demokrasi
Penurunan pendapatan petani sawit ini terjadi bersamaan dengan masa libur sekolah, kenaikan kelas, serta menyambut tahun ajaran baru yang membutuhkan biaya pendidikan tinggi. Dampak dari ketidakstabilan harga ini meluas, mulai dari urusan domestik rumah tangga hingga roda perekonomian daerah secara keseluruhan, ujar Elvi.