Sleman, Gesuri.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus memacu percepatan perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menginstruksikan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak cepat menyisir pekerja rentan yang belum terjangkau BPJS Ketenagakerjaan.
Instruksi tegas tersebut disampaikan Danang dalam Forum Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) Semester I Tahun 2026 yang berlangsung di Sleman, Selasa (21/7).
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
"Meskipun ada kenaikan, kita masih punya PR mengejar target 37 persen tahun ini, atau sekitar 14.000 peserta lagi. Saya minta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan OPD terkait segera memetakan celah pekerja rentan yang belum terjangkau BPJS Ketenagakerjaan," tegas Danang.
Danang menekankan bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan bukan sekadar pemenuhan target administratif, melainkan instrumen vital sebagai jaring pengaman sosial. Perlindungan ini sangat krusial, terutama bagi pekerja rentan yang kerap menghadapi kesulitan finansial saat terkena risiko kecelakaan kerja atau kemalangan lain.
Oleh karena itu, Pemkab Sleman berkomitmen memperkuat pemetaan dan mengalokasikan perlindungan bagi kelompok pekerja berisiko tinggi di wilayahnya.
Merespons arahan tersebut, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sleman, Sony Eka Santana, memaparkan bahwa tingkat kepesertaan di Kabupaten Sleman per Juni 2026 telah mencapai 34,53 persen (195.000 pekerja dari total 566.865 pekerja). Angka ini naik dari triwulan I yang mencatatkan 33,98 persen.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
"Capaian ini merupakan yang tertinggi di tingkat kabupaten se-DIY dan menunjukkan tren yang positif," ungkap Sony.
Sony menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen APBD Pemkab Sleman dan alokasi anggaran perangkat desa, yang hingga pertengahan 2026 telah melindungi sebanyak 22.810 pekerja rentan dari berbagai elemen.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemkab Sleman yang menjadi daerah pertama di DIY dalam menginisiasi Forum UCJ sebagai wadah koordinasi rutin percepatan kepesertaan.

















































































