Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri, meminta Pemerintah Provinsi Bali melihat persoalan transportasi publik secara serius dan tidak menjadikannya sebagai sektor yang dikesampingkan. Menurutnya, transportasi publik memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat sehari-hari, sekaligus menjadi bagian dari upaya mengatasi kemacetan dan persoalan lingkungan di Bali.
Keberadaannya memegang peran besar dalam kebutuhan mobilitas sehari-hari, ujarnya, dikutip Senin(7/9/2026).
Pernyataan Irine tersebut disampaikan di tengah sorotan terhadap komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam membiayai keberlanjutan transportasi publik. Anggaran subsidi transportasi publik dalam APBD Bali 2026 disebut baru sekitar 0,9 persen dari total APBD yang mencapai Rp6,3 triliun.
Menurut Irine, keterbatasan fiskal daerah akibat pengurangan transfer dari pemerintah pusat memang menjadi tantangan. Namun, kondisi tersebut tidak semestinya menghentikan upaya memperkuat layanan transportasi publik di Bali.
Dia mengatakan pemerintah pusat telah mengalokasikan Dana Alokasi Umum (DAU) yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan sosial dan ekonomi, termasuk transportasi publik. Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu mengoptimalkan sumber pembiayaan yang tersedia.