Jakarta, Gesuri.id Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperkuat strategi mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ia menegaskan, BNPB harus berfokus pada langkah pencegahan sejak dini dan tidak hanya mengandalkan pemadaman saat api sudah meluas.
Pernyataan ini diungkapkan Selly menyusul melonjaknya luasan karhutla di Indonesia. Berdasarkan data Sistem Informasi Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan, luas indikatif karhutla periode JanuariJuli 2026 telah mencapai 202.004 hektare. Angka tersebut melonjak sekitar 69 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
Baca:Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Penanganan karhutla harus dilakukan secara serius, terukur, dan tidak semata-mata berorientasi pada pemadaman setelah api meluas. BNPB perlu memperkuat pencegahan dan kesiapsiagaan sejak dini, terutama di wilayah rawan kekeringan, ujar Selly dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/10).