Jakarta, Gesuri.id Rencana pemerintah membuka hingga 200 juta rekening baru untuk penyaluran bantuan sosial (bansos) menuai sorotan. Langkah tersebut dinilai perlu dikaji secara mendalam agar program tidak sekadar berfokus pada pencapaian target kuantitatif, melainkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, I Ketut Kariyasa Adnyana, menegaskan bahwa percepatan dan perbaikan sistem penyaluran bansos memang patut diapresiasi. Namun, pemerintah wajib memberikan penjelasan transparan terkait dasar penetapan angka 200 juta rekening tersebut.
Jangan sampai kita sibuk membuka rekening sebanyak-banyaknya, sementara persoalan siapa yang berhak menerima bansos belum selesai, tegas Kariyasa di Jakarta, Senin (14/9).
Baca:Kisah UnikGanjarPranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Politisi PDI Perjuangan asal Bali ini menyoroti adanya ketimpangan data. Merujuk pada data nasional, terdapat sekitar 15,3 juta masyarakat usia produktif yang belum memiliki rekening bank. Karena itu, ia mempertanyakan urgensi dan penetapan sasaran dari pembukaan 200 juta rekening baru tersebut.