Surabaya, Gesuri.id Mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, kembali membagikan kisah emosional di balik keputusan beraninya menutup lokalisasi legendaris, Gang Dolly, beberapa tahun lalu. Keputusan yang sempat menuai kontroversi luas tersebut rupanya didasari oleh keprihatinan mendalam terhadap masa depan anak-anak di lingkungan sekitar lokalisasi.
Risma mengungkapkan bahwa langkah ekstrem yang diambilnya kerap mendatangkan respons negatif dari berbagai pihak. Tidak sedikit masyarakat hingga kelompok tertentu yang menuduhnya bertindak atas dasar moralitas semata tanpa memikirkan dampak sosial ekonomi dari penutupan tersebut.
Sering kali orang berbicara, bahkan saya sempat dituduh sok sucilah, sok apalah. Tetapi sebetulnya yang terjadi adalah saya ingin menyelamatkan anak-anak, ujar Risma dalam wawancara eksklusif dengan Moncong Publik
Sebelum keputusan penutupan itu diketuk, Risma mengaku selalu turun tangan langsung secara konsisten dalam menangani kasus perdagangan anak (trafficking). Ia bahkan kerap mendatangi kantor kepolisian di tengah malam buta begitu menerima laporan dari jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Baca:Ini 5 Kutipan InspiratifGanjarPranowo Tentang Anak Muda