Jakarta, Gesuri.id - Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menyoroti kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jatim yang dinilai belum sebanding dengan modal dan aset daerah yang dikelola.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim yang juga anggota Komisi C DPRD Jatim, Fuad Benardi, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim tidak hanya melihat keberadaan BUMD atau sekadar mencatat laba dan rugi. Menurutnya, yang lebih penting adalah seberapa besar modal daerah mampu menghasilkan keuntungan dan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Jangan sampai struktur BUMD semakin besar, tetapi kontribusinya terhadap PAD tidak sebanding dengan modal daerah yang telah ditanamkan, tegas Fuad.
Baca:Mengenal SosokGanjarPranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Ia menyoroti kontribusi BUMD terhadap PAD Jatim pada 2026 yang disebut mencapai sekitar Rp488,61 miliar. Namun, dari jumlah tersebut sekitar Rp420 miliar atau 86 persen berasal dari Bank Jatim.