Krisis Air Bersih Meluas, Puan Dorong Penguatan Penanganan dan Infrastruktur

“Ketahanan air di Indonesia tengah diuji dengan banyaknya daerah yang mengalami krisis air dan kekeringan akibat kemarau panjang."
Jum'at, 02 Oktober 2026 16:03 WIB Jurnalis - Ananda Okctaviani

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti krisis air bersih yang meluas di berbagai daerah di Tanah Air akibat kemarau panjang. Ia meminta pemerintah memperkuat penanggulangan krisis air, termasuk meningkatkan infrastruktur di daerah rawan kekeringan.

Ketahanan air di Indonesia tengah diuji dengan banyaknya daerah yang mengalami krisis air dan kekeringan akibat kemarau panjang. Pemerintah perlu melakukan intervensi penanggulangan untuk membantu masyarakat terdampak, kata Puan, dikutip Jumat (2/10/2026).

Krisis air bersih saat ini meluas di berbagai daerah. Salah satunya terjadi di Desa Tuanggeo, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang telah berlangsung selama sekitar tiga pekan. Kondisi tersebut membuat warga terpaksa mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah satu upaya yang dilakukan warga Sikka adalah memanfaatkan air yang keluar dari batang pisang. Air tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mandi, mencuci hingga memasak. Namun, air yang diperoleh memiliki rasa kurang enak karena terasa sepat dan sedikit pahit.

Selain di Sikka, krisis air juga terjadi di sejumlah daerah di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Di Trenggalek, krisis air bersih terjadi di 51 desa yang tersebar di 12 kecamatan dengan 27.786 jiwa terdampak.

Baca juga :