Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lamongan, Husen, mendorong pemerintah daerah memperkuat mitigasi kekeringan dan menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih yang berulang setiap musim kemarau.
Desakan itu disampaikan di tengah penyaluran 12 tangki air bersih oleh DPC PDI Perjuangan Lamongan kepada warga di enam desa yang mengalami kesulitan air.
“Banyak permintaan bantuan air bersih. Karena itu, kami ikut hadir dan bergerak membantu masyarakat sebisa yang kami lakukan,” kata Husen, Kamis (22/10/2026).
Hingga Kamis (22/10/2026), bantuan air bersih telah disalurkan ke enam desa yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Masing-masing desa menerima dua tangki air untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau.
Enam desa penerima bantuan tersebut meliputi Desa Banjarejo di Kecamatan Sukodadi, Desa Botoputih di Kecamatan Tikung, Desa Kedukbembem di Kecamatan Mantup, Desa Kacangan di Kecamatan Modo, serta Desa Talunrejo dan Desa Cangkring di Kecamatan Bluluk.
Husen mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih. Namun, menurutnya, bantuan tangki air tidak bisa menjadi satu-satunya solusi untuk mengatasi persoalan kekeringan yang terus berulang.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan sejak dini agar langkah penanganan dapat dipersiapkan sebelum musim kemarau tiba.
“Untuk tahun berikutnya, titik-titik lokasi yang mengalami kesulitan air saat musim kemarau harus sudah dimitigasi. Jadi, penanganannya bisa dipersiapkan lebih awal,” ujarnya.
Menurut Husen, pemetaan wilayah rawan kekeringan diperlukan untuk menentukan daerah yang harus mendapat prioritas penanganan. Hasil pemetaan tersebut juga dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyiapkan infrastruktur serta mekanisme distribusi air bersih secara lebih terencana.
Dengan persiapan yang lebih awal, pemerintah diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan air tangki setiap kali kekeringan melanda.
*Dorong Pamsimas Terkoneksi Antardesa*
Selain memperkuat mitigasi, Husen mendorong Pemerintah Kabupaten Lamongan mengembangkan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dengan jaringan yang terkoneksi antardesa.
Ia menilai, pembangunan jaringan air bersih perlu mempertimbangkan kondisi geografis dan ketersediaan sumber air di setiap wilayah. Desa yang memiliki sumber mata air memadai berpotensi menopang kebutuhan desa lain yang mengalami keterbatasan pasokan.
“Pemerintah daerah perlu menggalakkan Pamsimas secara terkoneksi, antara desa yang memiliki sumber mata air dan desa yang tidak memiliki sumber air. Dengan begitu, persoalan kesulitan air bersih bisa ditangani secara lebih terencana,” jelasnya.
Menurut Husen, jaringan air bersih yang terintegrasi dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang agar distribusi air tidak hanya bergantung pada bantuan darurat ketika musim kemarau berlangsung.
Upaya tersebut juga diharapkan dapat memperkuat akses masyarakat terhadap air bersih secara lebih berkelanjutan, terutama di desa-desa yang setiap tahun menghadapi keterbatasan pasokan air.
*Lima Lokasi Masuk Rencana Distribusi Berikutnya*
Di tengah penyaluran bantuan yang telah berjalan, DPC PDI Perjuangan Lamongan berencana melanjutkan distribusi air bersih ke lima lokasi lain yang membutuhkan pasokan air.
Kelima lokasi tersebut adalah Dusun Caling di Desa Sidorejo, Desa Jubel Kidul, dan Dusun Ngingkrang di Desa Gondanglor, yang seluruhnya berada di Kecamatan Sugio. Dua lokasi lainnya ialah Dusun Samben di Desa Jegreg, Kecamatan Modo, serta Desa Soko, Kecamatan Tikung.
Penyaluran lanjutan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga yang terdampak kekeringan di Kabupaten Lamongan.
Bagi DPC PDI Perjuangan Lamongan, penanganan krisis air bersih perlu dilakukan melalui dua langkah yang berjalan beriringan, yakni bantuan langsung untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat dan perencanaan infrastruktur untuk mengantisipasi kekeringan pada masa mendatang.
Melalui upaya tersebut, kebutuhan air bersih masyarakat diharapkan dapat terpenuhi selama musim kemarau sekaligus mendorong tersedianya solusi yang lebih berkelanjutan bagi desa-desa rawan kekeringan.

















































































