Marinus Gea Kecam Kasus Pengeroyokan di Bali, Desak Penegak Hukum Beri Sanksi Tegas Tanpa Kompromi

Marinus menaruh perhatian serius terhadap kondisi psikologis anak korban yang dinilai memerlukan intervensi pemulihan mental secara intensif
Rabu, 29 Juli 2026 09:29 WIB Jurnalis - Kristin Tambunan

Jakarta, Gesuri.id Kasus dugaan pengeroyokan yang berujung pada kematian seorang warga di Bali memantik kecaman keras dari parlemen. Selain merenggut nyawa, insiden tragis ini meninggalkan luka psikologis mendalam bagi anak korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) karena menyaksikan langsung peristiwa tersebut.

Anggota Komisi XIII DPR RI, Marinus Gea, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas tewasnya korban. Ia menaruh perhatian serius terhadap kondisi psikologis anak korban yang dinilai memerlukan intervensi pemulihan mental secara intensif.

Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya korban dalam peristiwa dugaan pengeroyokan di Bali. Saya juga sangat prihatin karena seorang anak yang masih duduk di kelas 1 SD harus menyaksikan secara langsung ayahnya meninggal dunia akibat tindakan kekerasan tersebut, ujar Marinus melalui keterangan tertulis di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Baca:GanjarBangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa

Menurut Marinus, trauma yang dialami sang anak dapat mengganggu perkembangan mental, emosional, hingga masa depannya jika tidak segera mendapat pendampingan psikologis yang memadai.

Baca juga :