Jakarta, Gesuri.id - Politikus PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli mengritik Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang meminta masyarakat beradaptasi dengan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut Guntur Romli, pernyataan tersebut justru membebankan tanggung jawab negara kepada masyarakat yang menjadi korban pencemaran udara.
Sebanyak 63.711 di antaranya adalah balita. Anak-anak kecil yang paru-parunya belum kuat, dipaksa menghirup racun setiap hari, katanya, dikutip dari akun X pribadinya, Senin (19/10/2026).
Guntur Romli menyoroti data Kementerian Kesehatan yang mencatat 283.270 orang terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat asap karhutla per 13 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 63.711 orang merupakan balita yang rentan terhadap dampak buruk pencemaran udara.
Dia mengingatkan asap karhutla bukanlah ancaman yang muncul secara tiba-tiba dari luar negeri, melainkan dampak kebakaran yang berkaitan dengan aktivitas manusia serta lemahnya pengawasan.