Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR Fraksi PDI Perjuangan, Edi Purwanto, mengingatkan pentingnya memperkuat langkah pencegahan dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum memasuki musim kemarau. Pesan tersebut kembali disampaikan Edi di tengah kondisi Jambi yang kembali diselimuti asap akibat persoalan karhutla.
“Ayo kita dukung Pak Gubernur, Pak Danrem, Pak Kapolda dan Pak Kajati untuk mengkonsolidasikan seluruh kekuatan yang ada guna mempercepat penyelesaian karhutla di Jambi agar udara kita kembali bersih,” tulis Edi dalam unggahannya dikutip Senin (19/10/2026).
Pesan tersebut disampaikan Edi melalui unggahan di akun Facebook resminya baru-baru ini. Dalam unggahan itu, Edi mengenang langkah mitigasi karhutla yang dilakukan ketika dirinya masih menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Jambi.
Saat itu, Edi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para kepala daerah turun langsung ke lapangan. Ia juga bersama mantan Kapolda Jambi Irjen Pol Rachmad Wibowo melakukan pengecekan untuk memastikan kesiapan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Menurut Edi, pengecekan dilakukan sekitar satu bulan sebelum musim kemarau tiba. Sejumlah wilayah rawan menjadi perhatian, termasuk kawasan gambut di sekitar hutan dan Taman Nasional Berbak.
Pengecekan tersebut tidak hanya dilakukan untuk melihat kondisi lapangan, tetapi juga memastikan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi potensi kebakaran. Pemerintah, perusahaan, hingga masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rawan karhutla menjadi bagian dari upaya kesiapsiagaan tersebut.
Dalam pengalamannya, Edi menyebut sejumlah aspek yang perlu dipastikan sebelum musim kemarau tiba. Di antaranya kesiapan regu pemadam kebakaran milik perusahaan, ketersediaan alat berat, serta cadangan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air apabila terjadi kebakaran.
Mitigasi juga dilakukan melalui penguatan Masyarakat Peduli Api (MPA). Selain itu, disiapkan pipa sumur bor di wilayah gambut, pembuatan parit sebagai cadangan air, hingga pembangunan embung yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemadaman melalui water bombing.
Koordinasi dengan kepala desa, tokoh masyarakat, serta organisasi nonpemerintah atau NGO juga menjadi bagian dari langkah membangun kesiapsiagaan bersama.
Bagi Edi, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemadaman setelah api membesar. Persiapan sejak dini, ketersediaan sarana dan prasarana, serta keterlibatan seluruh unsur menjadi faktor penting dalam menghadapi ancaman kebakaran.
Pesan itu kembali diangkat Edi ketika persoalan asap kembali berdampak terhadap kualitas udara dan kenyamanan masyarakat Jambi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Ia mendorong seluruh elemen untuk mendukung langkah pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, dan kejaksaan dalam mengonsolidasikan kekuatan guna mempercepat penanganan karhutla.
Menurut Edi, pengalaman ketika dirinya masih memimpin DPRD Provinsi Jambi dapat menjadi pembelajaran bahwa kesiapsiagaan harus dibangun sebelum kebakaran terjadi. Upaya tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat di wilayah yang memiliki kerawanan tinggi.
Kini, Edi Purwanto duduk sebagai anggota Komisi V DPR RI dari daerah pemilihan Jambi. Pengalaman saat memimpin DPRD Provinsi Jambi kembali ia sampaikan sebagai pengingat bahwa mitigasi karhutla perlu dilakukan secara terencana dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Di tengah kepungan asap, upaya mengembalikan kualitas udara Jambi tidak hanya bergantung pada pemadaman api. Pengawasan kawasan rawan, kesiapan sarana pemadaman, penguatan masyarakat, serta koordinasi antarlembaga juga menjadi bagian penting dari penanganan karhutla.
Sebab, dampak karhutla tidak berhenti pada kawasan hutan dan lahan yang terbakar. Asap yang ditimbulkan turut memengaruhi kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan hingga aktivitas sehari-hari.
Bagi masyarakat Jambi, udara bersih bukan sekadar harapan, melainkan kebutuhan yang menyangkut kesehatan, keselamatan, dan keberlangsungan aktivitas warga.

















































































