Mercy Barends: Alarm Keras ! 85,7 Persen Instansi Pemerintah di Zona Risiko Korupsi

Mercy mengapresiasi dokumen evaluasi dan rencana kinerja KPK tahun 2026 yang dinilainya transparan dan komprehensif.
Kamis, 29 Januari 2026 07:31 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Jakarta, Gesuri.id Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Mercy Chriesty Barends menyoroti serius tingginya tingkat kerentanan korupsi di instansi negara yang terungkap dalam pemaparan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rapat Kerja Komisi III DPR RI dengan KPK, Rabu (28/1).

Mercy mengapresiasi dokumen evaluasi dan rencana kinerja KPK tahun 2026 yang dinilainya transparan dan komprehensif. Namun demikian, ia menegaskan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi bersama sebagai mitra strategis dalam pemberantasan korupsi.

Salah satu catatan utama Mercy adalah kejelasan data penanganan perkara. Ia mengungkapkan adanya perbedaan angka antara jumlah perkara yang dipaparkan berdasarkan modus tindak pidana korupsi dengan total keseluruhan kasus yang ditangani KPK. Berdasarkan hitungannya, terdapat sekitar 400 hingga 466 perkara hingga tahap eksekusi dengan 116 tersangka. Kami mohon kejelasan total keseluruhan kasus eksisting yang ditangani, supaya kita semua clear, tegasnya.

Mercy juga mempertanyakan posisi perkara supervisi dan perkara koordonasi yang dipaparkan KPK, apakah merupakan bagian dari penanganan perkara utama atau berdiri sendiri. Menurutnya, hal tersebut penting agar tidak terjadi pemisahan data yang dapat menimbulkan bias dalam evaluasi kinerja.

Sorotan paling tajam disampaikan Mercy terkait Indeks Integritas Nasional (IIN). Dari data sebaran 657 instansi, Mercy menyebut 201 instansi kategori potensi risiko dan 353 instansi kategori rentan atau risiko tinggi terjadi korupsi. Total jumlah 554 instansi atau sekitar 85,7 persen instansi pemerintah berada dalam kategori risiko dan risiko tinggi terhadap korupsi. Hanya 103 instansi kategori Terjaga yang melakukan pengendalian terhadap korupsi atau sekitar 14.3%. Ini membuat saya sangat gelisah. Artinya hampir 90 persen instansi berada di zona merah dan merah sekali. Alarmnya sebenarnya sudah berbunyi dari data KPK sendiri, ujar Mercy.

Baca juga :