Ikuti Kami

Utut Adianto Tegaskan Pentingnya Percepatan Pembentukan Komando Daerah Militer XXVII/Sobe Sonbai di NTT

Komisi I DPR RI memberikan dukungan penuh terhadap penyusunan peta jalan (roadmap) sekaligus percepatan pembentukan Kodam XXVII/Sobe Sonbai.

Utut Adianto Tegaskan Pentingnya Percepatan Pembentukan Komando Daerah Militer XXVII/Sobe Sonbai di NTT
Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR RI, Utut Adianto (kiri).

Jakarta, Gesuri.id - Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR RI, Utut Adianto, menegaskan pentingnya percepatan pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) XXVII/Sobe Sonbai di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai langkah strategis memperkuat pertahanan negara di wilayah yang berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL). Dukungan tersebut disampaikan saat Komisi I DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Makodam IX/Udayana, Denpasar, Bali.

"Komisi I mengecek persiapan pembentukan Kodam baru di NTT. Kedua, evaluasi konsep pertahanan karena kita berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste. Pemaparan dari jajaran TNI di bawah pimpinan Pak Piek Budyakto menunjukkan kesiapan dan kesungguhan yang sangat presisi," kata Utut seusai rapat Kunjungan Kerja di Denpasar, Bali, dikutip Selasa (28/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Komisi I DPR RI memberikan dukungan penuh terhadap penyusunan peta jalan (roadmap) sekaligus percepatan pembentukan Kodam XXVII/Sobe Sonbai. Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat postur pertahanan nasional, khususnya di kawasan perbatasan terdepan Indonesia.

Nama "Sobe Sonbai" yang akan disematkan pada Kodam baru di NTT diambil dari sosok Raja Timor sekaligus pahlawan legendaris masyarakat NTT. Penamaan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas sejarah panjang perjuangan masyarakat setempat dalam mempertahankan tanah air.

Sebagai bagian dari penataan struktur teritorial, Kodam IX/Udayana juga menyiapkan reorientasi satuan. Salah satu rencananya ialah menggeser Markas Komando Resort Militer (Korem) dari Kupang ke wilayah strategis Nagekeo serta memperkuat pengawasan di kawasan Timor Tengah Utara (TTU).

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menjelaskan bahwa progres kesiapan pembentukan Kodam XXVII/Sobe Sonbai terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan personel maupun materiil pendukung telah mendekati 50 persen dari total kebutuhan ideal.

"Kami sangat berterima kasih atas kunjungan tim reses Komisi I DPR RI. Sebagaimana kami paparkan, kesiapan Kodam XXVII/Sobe Sonbai ditujukan untuk menjaga garda terdepan di perbatasan RI-RDTL. Sejauh ini secara personel maupun materiil sudah mendekati 50 persen dari kebutuhan," jelas Mayjen TNI Piek Budyakto.

Ia menambahkan, Kodam IX/Udayana juga telah mengusulkan sejumlah poin penting kepada Komisi I DPR RI, antara lain percepatan regulasi pembentukan Kodam baru, penguatan alokasi anggaran operasional, serta penyediaan perumahan bagi prajurit.

Menanggapi dukungan anggaran tersebut, Utut Adianto menegaskan bahwa komitmen Komisi I DPR RI merupakan bentuk keberpihakan parlemen terhadap penguatan benteng pertahanan nasional. Menurutnya, DPR memberikan kepercayaan penuh kepada TNI dalam menyusun detail teknis maupun pemetaan wilayah.

"Paradigma baru di TNI bukan lagi sekadar minimum, melainkan optimum. Dengan postur yang optimum, penugasan teritorial dan program pendukung seperti ketahanan pangan dapat berjalan efektif, sehingga ekonomi masyarakat membaik dan NKRI semakin kokoh," ungkap Politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Untuk memaksimalkan penguatan pertahanan di kawasan perbatasan, Mayjen TNI Piek Budyakto berharap Komisi I DPR RI dapat membawa aspirasi tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan). Ia berharap kementerian dan lembaga terkait dapat bersinergi mempercepat pembangunan infrastruktur serta penguatan ekonomi secara terpadu di wilayah perbatasan.

Quote