Mercy Barends: Proses Rekrutmen Polri Masih Rugikan Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T)

“Kami di daerah 3T ini terus-menerus dirugikan. Anak-anak dari daerah dengan keterbatasan akses pendidikan kalah sejak awal.”
Minggu, 05 April 2026 22:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI, Mercy Chriesty Barends, menyoroti ketimpangan dalam proses rekrutmen Polri yang dinilai masih merugikan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Kami di daerah 3T ini terus-menerus dirugikan. Anak-anak dari daerah dengan keterbatasan akses pendidikan kalah sejak awal, ujar Mercy di Ruang Rapat Komisi III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Ia mengungkapkan bahwa sistem seleksi saat ini belum sepenuhnya memberikan keadilan bagi seluruh anak bangsa dari berbagai wilayah Indonesia. Perbedaan akses pendidikan, kondisi ekonomi, hingga faktor geografis membuat calon peserta dari daerah 3T menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dibandingkan peserta dari daerah maju.

Menurutnya, jika kondisi tersebut terus dibiarkan, maka berpotensi menciptakan ketidakadilan sejak tahap awal rekrutmen dan menghambat kesempatan generasi muda dari wilayah tertinggal untuk berkontribusi di institusi kepolisian.

Ia pun menekankan bahwa pendidikan kepolisian seharusnya menjadi ruang pembentukan kualitas, bukan justru memperlebar kesenjangan antarwilayah. Sistem pendidikan di tubuh Polri, kata dia, harus mampu membentuk setiap peserta menjadi anggota yang unggul tanpa memandang latar belakang daerah.

Baca juga :