Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Dede Indra Permana Soediro, mengapresiasi meningkatnya tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri yang mencapai 82,4 persen berdasarkan hasil survei Litbang Kompas.
Menurut politikus Fraksi PDI Perjuangan itu, capaian tersebut menjadi sinyal positif masyarakat semakin menempatkan Polri sebagai institusi yang dekat dengan rakyat dan harus dijawab dengan peningkatan kinerja di seluruh jajaran kepolisian.
"Kami Pimpinan Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan DPR RI tentu mengapresiasi capaian ini. Saya menyampaikan penghargaan kepada Bapak Kapolri, Bapak Wakapolri, serta seluruh jajaran kepolisian di pusat maupun daerah yang terus bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan melayani masyarakat," kata Dede, dikutip Selasa (30/6/2026).
Meski memberikan apresiasi, Dede menegaskan hal tersebut tidak mengurangi fungsi pengawasan DPR terhadap institusi Polri. Menurutnya, Komisi III DPR akan terus mendorong agar kepolisian semakin profesional dan humanis dalam menjalankan tugasnya.
"Polri harus terus hadir sebagai pengayom masyarakat. Bukan hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga mampu memberi rasa aman, dekat dengan rakyat, mendengar aspirasi, dan melayani semua kalangan secara humanis serta profesional," tegasnya.
Dede menilai meningkatnya kepercayaan publik menjadi modal penting bagi Polri untuk memperkuat kinerja di berbagai sektor, mulai dari menjaga keamanan masyarakat, mendukung stabilitas ekonomi, hingga mengawal dinamika sosial politik nasional.
"Peran Polri sangat luas. Dari menjaga keamanan masyarakat, mendukung iklim investasi dan percepatan ekonomi, mengawal dinamika sosial politik, sampai memastikan penegakan hukum berjalan dengan adil. Semua itu harus dilakukan dengan independensi dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat," ucap Dede.
Dalam kesempatan itu, Dede juga menyinggung kedekatan historis antara PDI Perjuangan dan Polri dalam perjalanan bangsa. Ia mengingatkan adanya peran aparat kepolisian dalam sejumlah peristiwa penting sejarah, termasuk saat menyelamatkan Presiden pertama RI, Bung Karno, dari percobaan pembunuhan pada peristiwa Salat Iduladha 14 Mei 1962.
"Kita tidak boleh melupakan sejarah. Ada masa ketika kepolisian hadir menjaga Bung Karno dalam situasi yang tidak mudah. Pada kejadian Sholat Idul Adha 14 Mei 1962, Anggota Kepolisian secara heroik menyelamatkan Bung Karno dari percobaan pembunuhan. Hal ini menjadi catatan sejarah bagian dari pengabdian aparat kepolisian kepada negara dan rakyat," ujar Dede.
Menurutnya, sejarah tersebut menunjukkan hubungan PDI Perjuangan dan Polri tidak hanya sebatas hubungan kelembagaan, tetapi juga hubungan kebangsaan yang tumbuh dari pengalaman panjang dalam menjaga republik.
"PDI Perjuangan dan Polri memiliki titik temu dalam sejarah pengabdian kepada bangsa. Dari Bung Karno hingga generasi Ibu Puan Maharani, kita melihat bahwa tugas kepolisian selalu berada dalam garis besar menjaga negara, menjaga rakyat, dan menjaga keberlanjutan cita-cita kebangsaan," jelasnya.
Dede berharap hasil survei Litbang Kompas menjadi motivasi bagi Polri untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik yang telah diberikan.
"Kepercayaan rakyat adalah modal yang sangat besar. Karena itu, Polri harus terus menjaga kedekatan dengan masyarakat. Polri yang kuat adalah Polri yang dipercaya rakyat, dicintai rakyat, dan benar-benar hadir sebagai pengayom masyarakat," ungkapnya.
Survei Litbang Kompas dilaksanakan pada 9–18 April 2026 dengan metode wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden di 38 provinsi menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat. Survei tersebut memiliki margin of error sebesar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Dalam survei itu, responden ditanya mengenai keyakinan terhadap kinerja Polri di masa mendatang. Hasilnya, sebanyak 82,4 persen responden menyatakan yakin, 12,1 persen tidak yakin, dan 5,5 persen menjawab tidak tahu. Angka tersebut meningkat dibandingkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri pada 2025 yang tercatat sebesar 76,2 persen.

















































































