Jakarta, Gesuri.id - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan II 2026 patut disyukuri di tengah gejolak geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.
Namun, ia mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai perlambatan sektor industri pengolahan dan pertanian yang menjadi penopang utama perekonomian nasional.
Mengacu pada rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), Said menjelaskan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2026 turut didorong berbagai faktor musiman, seperti libur sekolah, penerimaan peserta didik baru, hingga tingginya kebutuhan energi selama musim kemarau.
Menurutnya, masa libur sekolah memberi kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan sektor akomodasi, makanan, dan minuman yang mencapai 10,6 persen. Sementara aktivitas penerimaan siswa baru turut mengerek sektor informasi dan komunikasi hingga tumbuh 6,97 persen.