Ikuti Kami

Eri Cahyadi Ingatkan Warga Surabaya Tidak Pinjamkan KTP untuk Beli Kendaraan

Oleh karena itu, politisi PDI Perjuangan ini meminta masyarakat Surabaya agar lebih waspada dan menjaga kerahasiaan identitas.

Eri Cahyadi Ingatkan Warga Surabaya Tidak Pinjamkan KTP untuk Beli Kendaraan
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi,

Surabaya, Gesuri.id — Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengimbau seluruh warga agar tidak sembarangan meminjamkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada pihak lain, khususnya untuk keperluan pembelian mobil atau sepeda motor. 

Tindakan tersebut berisiko merugikan warga, terutama bagi mereka yang sebenarnya berhak menerima bantuan sosial (bansos) namun tercatat memiliki aset kendaraan akibat penyalahgunaan identitas.

Eri mengungkapkan, potensi salah sasaran ini terungkap saat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan verifikasi data perlindungan sosial di lapangan.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

Dalam penelusuran tersebut, petugas menemukan sejumlah ketidaksesuaian antara kondisi ekonomi warga dan pencatatan aset di dalam sistem, di mana warga yang hidup dalam keterbatasan justru tercatat memiliki kendaraan bermotor.

Setelah diklarifikasi lebih lanjut oleh petugas, warga yang bersangkutan mengaku bahwa KTP mereka pernah dipinjam oleh orang lain untuk kepentingan pencatatan administrasi pembelian kendaraan.

"Ternyata ketika kita melihat bersama, banyak nama yang digunakan untuk mencatat aset yang sebenarnya tidak memiliki mobil atau motor. Setelah diklarifikasi, warga yang bersangkutan mengaku KTP-nya dipinjam oleh orang lain," ujar Eri di Surabaya, Senin (5/10/2026).

Oleh karena itu, politisi PDI Perjuangan ini meminta masyarakat Surabaya agar lebih waspada dan menjaga kerahasiaan identitas kependudukan mereka guna mencegah penyalahgunaan di kemudian hari.

"Karena itu, saya nyuwun tulung (minta tolong) warga Suroboyo, KTP-nya jangan dipinjamkan untuk pembelian mobil atau motor," tegasnya.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

Untuk memastikan program bantuan sosial tersalurkan secara objektif dan tepat sasaran, Pemkot Surabaya kini tidak lagi sepenuhnya mengandalkan data desil. Penentuan penerima manfaat dilakukan melalui mekanisme musyawarah tingkat RT yang melibatkan lurah, camat, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta sedikitnya tiga perempat warga setempat untuk menilai langsung kondisi nyata tetangga mereka.

Melalui pendekatan berbasis komunitas ini, warga lanjut usia yang hidup sebatang kara dan belum pernah tersentuh bantuan dapat diprioritaskan. Eri berharap partisipasi aktif warga melalui semangat gotong royong dan pemanfaatan kanal digital seperti aplikasi Cek Wargaku dapat memastikan bantuan benar-benar jatuh ke tangan yang berhak.

"Ayo kita mulai lagi agar bantuan tepat sasaran. KTP-ne tulung dijogo, ojo disilihno gawe tuku mobil (KTP-nya tolong dijaga, jangan dipinjamkan untuk beli mobil). Mari kita pastikan bantuan ini benar-benar jatuh ke tangan warga yang membutuhkan," pungkasnya.

Quote