Ikuti Kami

​Dari GBK untuk Indonesia, Yuni Indriany Soroti Semangat Pantang Menyerah Skuad Garuda

Indonesia akhirnya menang 4-2 melalui adu penalti setelah bermain 2-2 selama 120 menit.

​Dari GBK untuk Indonesia, Yuni Indriany Soroti Semangat Pantang Menyerah Skuad Garuda

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, menjadi saksi langsung kemenangan Timnas Indonesia atas Thailand dalam final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Senin malam (5/10)

Yuni datang ke GBK bersama keluarganya. Ia merasakan langsung ketegangan pertandingan yang harus ditentukan melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang hingga babak tambahan waktu.

Indonesia akhirnya menang 4-2 melalui adu penalti setelah bermain 2-2 selama 120 menit. Kemenangan tersebut sekaligus membawa Garuda meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

"Alhamdulillah, akhirnya penantian 35 tahun pecah. Saya merinding di GBK, puluhan ribu penonton menangis dan berpelukan,” kata Yuni.

Menurut Yuni, pertandingan tersebut menunjukkan mental para pemain Indonesia yang tidak menyerah meski sempat berada dalam posisi tertinggal.

“Dari gol Dean James yang berbelok, disamakan Thailand, tertinggal di extra time, lalu diselamatkan Elkan Baggott menit 116, sampai Emil Audero jadi pahlawan. Ini bukan sekadar bola, ini soal mental pantang menyerah,” ujarnya.

Indonesia lebih dulu membuka keunggulan melalui Dean James. Thailand kemudian menyamakan kedudukan sebelum berbalik unggul pada babak tambahan waktu. Harapan Indonesia kembali muncul setelah Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan pada menit-menit akhir.

Pertandingan akhirnya harus ditentukan lewat adu penalti. Emil Audero menjadi salah satu pemain penting dalam keberhasilan Indonesia mengamankan kemenangan tersebut.

Bagi Yuni, keberhasilan Timnas juga menunjukkan arti penting persatuan. Ia menilai para pemain dengan latar belakang berbeda dapat berada dalam satu lapangan dengan tujuan yang sama, yakni membela Indonesia.

“Seperti kata Pak Erick Thohir, ketika kita bersatu tidak ada yang tidak mungkin. Lihat di lapangan ada Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, Shayne Pattynama, Emil Audero, semua dari latar belakang berbeda tapi berjuang untuk satu Garuda,” kata dia.

Yuni mengaitkan semangat tersebut dengan nilai gotong royong yang menjadi salah satu gagasan Bung Karno.

“Ini pesan Bung Karno: gotong royong,” ujarnya.

Kemenangan Timnas, kata Yuni, juga semestinya menjadi inspirasi bagi generasi muda di Depok. Ia meminta anak-anak muda tidak berhenti bermimpi dan menjadikan keberhasilan para pemain Timnas sebagai pemantik untuk mengejar prestasi.

“Anak-anak muda Depok jangan berhenti bermimpi. Kalau hari ini Emil Audero bisa selamatkan Indonesia, besok bisa jadi anak Sawangan, anak Cipayung, anak Bojongsari yang bawa Depok ke Timnas,” pungkasnya

Quote