Jakarta, Gesuri.id -Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mengritisi proses rekrutmen dan pendidikan serta pelatihan (diklat) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dinilai bernuansa semi militer.
Menurutnya, pendekatan tersebut perlu dievaluasi karena tugas utama seorang manajer koperasi lebih menuntut kemampuan mengelola usaha dibandingkan pendekatan kedisiplinan ala militer.
Soal nuansa militer dalam proses pembekalan dan pelatihan, saya menghormati nilai-nilai disiplin, integritas, dan semangat kebersamaan. Tapi apa relevansi pelatihan bergaya barak, yel-yel, dan pendekatan semi militer dengan tugas utama seorang manajer koperasi, kata Mufti, dikutip Minggu (21/6/2026).
Mufti menilai kompetensi yang harus dimiliki manajer koperasi berkaitan erat dengan pengelolaan usaha, keuangan, pemasaran, dan pengembangan bisnis. Karena itu, pelatihan yang diberikan seharusnya lebih berfokus pada peningkatan kapasitas manajerial dan kewirausahaan.
Tugas manajer koperasi bukan memimpin pasukan. Tugas mereka adalah membaca laporan keuangan, mengelola arus kas, memahami rantai pasok, membangun jaringan pemasaran, mengelola risiko usaha, meningkatkan omzet, dan menghasilkan keuntungan bagi anggota koperasi, ucap Mufti.