Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menyoroti meninggalnya dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil).
Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut.
"Peristiwa ini tentu menjadi perhatian serius dan diharapkan dapat dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan, keselamatan, prosedur pelaksanaan, serta pendampingan peserta agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari," kata Hasanuddin, dikutip Kamis (25/6/2026).
Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu mengaku belum ingin memberikan banyak komentar terkait insiden tersebut. Ia memilih menunggu hasil penelusuran dan penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti peristiwa itu.
"Kami juga menunggu hasil penelusuran dan penjelasan resmi dari pihak terkait," ucap Hasanuddin.
Meski demikian, Hasanuddin menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dua calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih yang sedang menjalani pendidikan dasar kemiliteran.
"Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya dua calon pengelola Kopdes dan koperasi nelayan dalam kegiatan latihan tersebut," ungkap Hasanuddin.
Sebelumnya, dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil). Menanggapi kejadian tersebut, Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyampaikan duka cita dan memastikan akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program.
"Kementerian Pertahanan Republik Indonesia ( Kemhan RI) menyampaikan dukacita yang mendalam atas wafatnya dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 yang sedang mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) di satuan pendidikan TNI," demikian keterangan resmi Setjen Kemhan dikutip, Rabu (24/6/2026).
Salah satu peserta yang meninggal dunia diketahui bernama Anisa Muyassaroh. Ia mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan dan mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026. Menurut Kemhan, yang bersangkutan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
"Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke," pungkasnya.

















































































