Rokhmin Dahuri: Agro-Maritim Kunci Kedaulatan Pangan Indonesia Emas 2045

“Produksi tangkap tidak dapat ditingkatkan secara serampangan. Dapat ditingkatkan melalui budidaya.”
Sabtu, 12 September 2026 12:00 WIB Jurnalis - Ananda Okctaviani

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI 20242029, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, menegaskan transformasi sistem pangan nasional berbasis agro-maritim menjadi kunci untuk mewujudkan kedaulatan pangan berkelanjutan dan Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikannya dalam Simposium Nasional KAHMIHUT ke-60 KAHMI bertema Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Maju, Perspektif Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945 di Gedung Nusantara V MPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Jumat (11/9/2026).

Produksi tangkap tidak dapat ditingkatkan secara serampangan. Dapat ditingkatkan melalui budidaya, tegas Prof. Rokhmin dalam paparannya bertema Transformasi Sistem Pangan Nasional Berbasis Agro Maritim Untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan Berkelanjutan Dan Indonesia Emas 2045.

Rokhmin memaparkan, potensi lestari sumber daya ikan Indonesia pada 2024 mencapai 115,10 juta ton per tahun, yang terdiri atas perikanan tangkap sebesar 15,04 juta ton dan perikanan budidaya 100,06 juta ton. Namun, pemanfaatan potensi tersebut baru mencapai 20,48 persen atau sekitar 23,57 juta ton.

Menurutnya, persoalan paling kritis berada di sektor perikanan laut. Dari potensi tangkap laut sebesar 12,01 juta ton, pemanfaatannya telah mencapai 61,04 persen. Bahkan, sebanyak 88,9 persen stok ikan dinyatakan fully atau over-exploited sehingga peningkatan produksi tidak dapat dilakukan secara serampangan.

Baca juga :