Ikuti Kami

Rokhmin Dahuri: Kesuksesan Sejati Tidak Hanya Diukur dari Jabatan, Harta, dan Popularitas

"Apapun pekerjaan kita, berikan yang terbaik. Keunggulan lahir dari ketekunan, kerja keras, dan komitmen untuk terus belajar."

Rokhmin Dahuri: Kesuksesan Sejati Tidak Hanya Diukur dari Jabatan, Harta, dan Popularitas
Anggota Komisi IV DPR RI periode 2024-2029, sekaligus Guru Besar IPB University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI periode 2024-2029, sekaligus Guru Besar IPB University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, mengungkap tiga kunci utama untuk meraih kehidupan yang sukses dan penuh keberkahan di dunia maupun akhirat.

Menurutnya, kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari jabatan, harta, dan popularitas, tetapi juga kebermaknaan hidup, ketenangan hati, serta ridha Allah SWT.

"Kalau kita ingin sukses, try to be the best," tegasnya, dikutip pada Jumat (4/9/2026).

Pesan tersebut menjadi salah satu benang merah dalam berbagai tausiyah Jum'at yang disampaikan Prof. Rokhmin. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan era Presiden Gus Dur dan Megawati itu menekankan bahwa kesuksesan bukanlah hadiah yang datang begitu saja, melainkan hasil dari perjuangan, ketekunan, kerja keras, dan komitmen untuk terus berkembang.

Menurutnya, menjadi yang terbaik bukan berarti harus mengalahkan orang lain. Setiap orang justru harus mampu mengalahkan dirinya sendiri, melampaui batas kemampuan, dan memberikan kontribusi terbaik dalam pekerjaan maupun kehidupan.

"Apapun pekerjaan kita, berikan yang terbaik. Keunggulan lahir dari ketekunan, kerja keras, dan komitmen untuk terus belajar," ujarnya.

Selain berusaha memberikan yang terbaik, Prof. Rokhmin menempatkan silaturahim sebagai kunci kedua dalam meraih keberkahan hidup. Menurutnya, membangun hubungan baik dengan sesama bukan sekadar strategi sosial atau networking untuk kepentingan tertentu, melainkan bagian dari nilai ibadah dalam Islam.

"Jangan punya dengki, jangan menggunting dalam lipatan. Bangunlah silaturahim," pesannya.

Ia menekankan bahwa silaturahim dapat membuka berbagai peluang, memperkuat solidaritas, dan membawa keberkahan dalam kehidupan. Di tengah kehidupan modern yang semakin individualistis, menjaga hubungan baik dengan sesama menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjalani kehidupan.

"Dalam Islam, ini bagian dari silaturahim yang membuka pintu rezeki dan panjang umur."

Kunci ketiga yang disampaikan Prof. Rokhmin adalah memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT melalui ibadah tahajud. Ia menilai waktu di sepertiga malam merupakan kesempatan bagi manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah, memohon petunjuk, serta menenangkan hati di tengah berbagai persoalan kehidupan.

"Bangun di malam pertiga terakhir, shalat tahajud, itu tawaran dari Allah untuk meninggikan derajat kita. Tahajud bisa jadi pintu kesuksesan dunia dan akhirat. Hati tenang, hidup penuh berkah," ungkapnya.

Bagi Prof. Rokhmin, tahajud menjadi ruang spiritual untuk mengadu kepada Allah, meminta petunjuk, sekaligus membangun ketenangan jiwa ketika menghadapi berbagai tantangan dunia.

Selain tiga kunci tersebut, Prof. Rokhmin juga menekankan pentingnya tafakur sebagai bagian dari kesadaran spiritual manusia. Menurutnya, keberhasilan hidup tidak cukup hanya dengan pencapaian lahiriah, tetapi juga membutuhkan kemampuan untuk merenungi diri dan memahami kebesaran Allah SWT.

"Dalam Islam, tafakur adalah konsep yang merujuk pada upaya individu untuk merenung, memikirkan, dan menghayati kebesaran Allah SWT serta mengenali tanda-tanda-Nya yang terdapat dalam ciptaan-Nya," ujarnya.

Menurutnya, tafakur dapat membawa manusia pada kesadaran yang lebih mendalam sekaligus memberikan ketenangan dalam menghadapi hiruk-pikuk kehidupan.

Prof. Rokhmin juga menegaskan pentingnya menjadikan Al-Qur'an dan Hadits sebagai pedoman utama dalam menjalani kehidupan. Ia mengutip hadits riwayat Imam Malik: “Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat selama berpegang kepada keduanya: Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya.”

"Siapa pun yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Hadits, Allah jamin sukses dan bahagia di dunia maupun di akhirat. Ini bukan teori, ini janji Allah dan Rasul-Nya," tegasnya.

Ia menyayangkan kondisi ketika sebagian umat Islam mulai menjauh dari nilai-nilai Al-Qur'an dan Hadits serta hanya menjadikan agama sebagai aktivitas ritual tanpa menghadirkannya secara utuh dalam kehidupan sehari-hari.

"Semua sudah sekuler. Banyak di antara kita yang hanya menjadikan agama sebagai ritual belaka, sementara dalam kehidupan sehari-hari, kita justru mengadopsi cara pandang dan nilai-nilai yang jauh dari Islam."

Melalui berbagai tausiyah tersebut, Prof. Rokhmin mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengejar kesuksesan dalam bentuk materi dan kedudukan, tetapi juga membangun kehidupan yang memiliki kebermaknaan, ketenangan hati, hubungan baik dengan sesama, serta kedekatan kepada Allah SWT.

Quote