Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S., menegaskan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) menjadi kunci strategis untuk menjawab krisis lingkungan sekaligus mengatasi persoalan kemiskinan masyarakat di sekitar hutan. Menurutnya, RHL harus dirancang tidak hanya untuk memulihkan fungsi ekologis, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Rehabilitasi hutan dan lahan tidak boleh dimaknai sebatas seremoni menanam pohon. Harus dirancang terintegrasi untuk mengembalikan fungsi ekologis sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, tegas Prof. Rokhmin.
Hal itu disampaikan Guru Besar IPB University tersebut dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Rehabilitasi Hutan dan Lahan Tahun 2026 yang digelar di Cirebon, dikutip Rabu (9/9/2026).
Menurut Prof. Rokhmin, persoalan banjir, longsor, kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang tidak bisa diselesaikan secara parsial. Akar masalahnya berada di wilayah hulu, yakni rusaknya Daerah Aliran Sungai (DAS), lahan kritis, dan hilangnya tutupan vegetasi yang membuat tanah kehilangan kemampuan menyerap air.
Menteri Kelautan dan Perikanan 2001 - 2004 itu mendorong terobosan baru bernama RHL Produktif. Jika selama ini RHL sering hanya mengejar target jumlah bibit tertanam, RHL Produktif menekankan pemilihan jenis tanaman yang tepat, sesuai karakter ekologis wilayah, namun memiliki nilai ekonomi tinggi.